3.11.16

Hi There..


been so long haven't post anything to my blog.
visit and follow my instagram @edwardrawdee for more.

28.8.16

Celana Nongol


Jakarta - Sepekan terakhir, foto bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengenakan celana training gelap dengan tonjolan di bagian pribadinya terus menjadi viral di media sosial. Pro-kontra merebak menyikapi peredaran foto itu.

Rabu, 24 Agustus 2016, rupanya Sandiaga merasa perlu berkomentar tentang kontroversi “celana menonjol” ini. Lewat video yang tampaknya direkam sendiri di telepon seluler dan diunggah di Instagram, Sandiaga meminta maaf atas foto itu. "Saya minta maaf dari lubuk hati yang paling dalam," katanya, didampingi istrinya. 

Dalam foto yang kini menjadi viral itu, Sandiaga terlihat memakai kaus polo berwarna hijau tosca dan celana panjang berwarna abu-abu. Dia tampaknya sedang blusukan menemui warga Jakarta.  

Bakal calon gubernur dari Partai Gerindra ini memastikan dia memakai celana dalam, tapi memberikan penjelasan bahwa ia tengah memakai celana dalam jenis yoga pants. "Pastilah, masak enggak pakai," ucap Sandi dengan mimik wajah serius.

Sandiaga menceritakan bahwa celana yoga pants itu merupakan hadiah ulang tahun dari istrinya dua tahun lalu. Selama ini, kata dia, tidak pernah ada masalah saat ia mengenakan celana tersebut. "Saya pernah pakai tawaf sewaktu umrah, pernah juga waktu event lain. Jadi mohon maaf," tuturnya.

Bagaimana nasib celana itu sekarang? Gara-gara insiden ini, Sandi berujar celana tersebut kini hanya dipakai menjadi pakaian tidur di rumahnya. Berikut ini penjelasan lengkap Sandi soal kontroversi “celana menonjol” itu.

"Ini saya Sandi dan Nur istri saya. Beberapa hari belakangan banyak beredar foto saya yang disinyalir kurang bisa diterima oleh sebagian kalangan masyarakat. Karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati yang paling dalam.

Sebetulnya, celana itu... Saya pakai celana dalam. Pastilah... masa enggak pakai celana dalam.

Nomor dua, itu yoga pants yang dihadiahkan istri saya pas ulang tahun saya dua tahun lalu.
Biasanya kita pakai tidak ada masalah, saya pernah pakai tawaf waktu umroh, pernah juga waktu event lain, jadi mohon maaf."

Di bawah video itu, Sandiaga menambahkan keterangan tagar: 

I'm so #sorry for the #inappropriate #wardrobemalfunction ... #lululemon #yogapants dari #lovelywife #nyaman banget ... yah sekarang hanya dipakai jadi #pijama saja di rumah deh...

SUMBER: TEMPO.CO

23.8.16

Selamat Jalan Mbak Susian/ Susi Similikiti


JAKARTA - Kabar duka datang dari keluarga pembawa acara Tukul Arwana. Sang istri, Susiana atau Susi Similikiti, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (23/8/2016) di RS Brawijaya, Jakarta Selatan.

"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un ... telah berpulang ke Rahmatullah ibu Hj.Susiana /Susi Similikiti ( istri dari Komedian Tukul Riyanto Arwana ) hari ini Selasa, 23 Agustus 2016 jam 18:00 WIB di RS.Brawijaya Jakarta," demikian bunyi pesan pembawa acara Maman Suherman yang diterima redaksi Kompas.com, di Jakarta, Selasa malam.
 
"Almarhumah malam ini disemayamkan di Jl.H.Jian no.22 Cipete Kebayoran Baru Jakarta Selatan, insya Allah akan dimakamkan hari Rabu besok ( Tempat Pemakaman segera diinformasikan kembali ) dan kita doakan bersama semoga Husnul Hotimah, diterima amal ibadahnya oleh Allah Subhanahu wata ala ... Aamiin," lanjutnya dalam pesan tersebut.

Kabar duka ini juga diumumkan Maman Suherman pada akun Twitter miliknya.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. @PP_PaSKI menyampaikan turut berbelasungkawa atas wafatnya istri Mas Tukul Arwana (Bunda Susi)," tulis Maman dengan akun @maman1965.

"Almarhumah Hj.Susiana /Susi Similikiti ( istri Mas Tukul Arwana ) disemayamkan di rumah duka, Jl.H.Jian, Cipete, Kebayoran Baru JakSel," lanjutnya.

Kompas.com menghubungi associate produser program Bukan Empat Mata, Ucan, untuk mengonfirmasi kabar ini. 
"Iya, kabarnya benar. Tim kami sudah ada yang ke rumah duka," ujarnya.
SUMBER: KOMPAS.COM

Inikah Penyebab Ruhut Dicopot sebagai Koordinator Jubir Demokrat?


JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan, pihaknya sudah menuntaskan penyelidikan terkait Politisi Demokrat Ruhut Sitompul yang dilaporkan karena mempelesetkan Hak Asasi Manusia menjadi Hak Asasi Monyet dalam rapat Komisi III DPR.
"Kami tak perlu berhura-hura menyampaikan ke publik. Tapi sudah diperiksa saudara Ruhut dan sudah keluar kesimpulannya," kata Amir kepada Kompas.com, Selasa (23/8/2016).
Amir enggan menyampaikan seperti apa bunyi putusan yang diambil Dewan Kehormatan. Sebab, putusan itu kini sudah diserahkan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Kesimpulan diserahkan sebelum SBY memutuskan mencopot Ruhut sebagai Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat.
Kendati demikian, Amir tidak dapat memastikan apakah hasil penyidikan dari Dewan Kehormatan itu yang menjadi salah satu pertimbangan SBY menonaktifkan Ruhut sebagai Koordinator Juru Bicara Demokrat.
"Kalau dinonaktifkan itu bukan urusan Dewan Kehormatan. Itu kebijakan Ketum, beliau yang menilai ada Koordinator Jubir melempar kata-kata kesana kemari dengan menggunakan atribut itu. Karena itu ketum turun tangan sebagai solusi," kata Amir.
(baca: Amir Syamsuddin: Ruhut Perbendaharaan Bahasanya Terbatas, Saya Tak Mau Debat)
Mahkamah Kehormatan DPR sebelumnya menjatuhi sanksi ringan kepada Ruhut karena telah dianggap melakukan pelanggaran etika. Kasus itu dilaporkan PP Pemuda Muhammadiyah.
Pelanggaran etika terbukti dilakukan Ruhut dalam rapat kerja komisi dengan Kapolri yang memelesetkan kepanjangan HAM sebagai "Hak Asasi Monyet".

Dalam rapat itu, Ruhut menyatakan dukungannya kepada Densus 88 dan mengkritik organisasi Pemuda Muhammadiyah yang membela Siyono atas nama hak asasi manusia.
Ruhut pun sempat memelesetkan kepanjangan HAM sebagai "hak asasi monyet".


SUMBER: KOMPAS.COM

21.8.16

Tembok

Tembok..


Saat ini, aku hanya ingin jadi tembok. Melihatmu berjam-jam lamanya, tanpa perlu khawatir gugup dan berkeringat. Memperhatikanmu dari balik telinga dia, si lawan bicaramu. Mengintip dalam celah sempit di bilur-bilur rambutnya yang jatuh terurai. Tak perluku berbicara apapun karena sungguh aku tidak ingin didengar. Aku bahkan tak ingin membuatmu repot-repot menoleh kearahku. Karena menurutku kamu terlalu luar biasa untuk memperhatikan hal-hal yang biasa saja. Aku tak perlu berbahasa. Karena dengannya aku mungkin dimengerti, atau mungkin juga tidak. Intinya, aku tidak ingin kamu akhirnya tau bagaimana cara melarangku. Dan lagipula akupun telah dengan tegas memutuskan untuk tidak diwakilkan oleh kata-kata.

Mengapa aku ingin jadi tembok? Karena aku ingin jadi mereka yang hanya dirindukan saat tiada. Mereka-mereka ini tidak pernah berebut untuk terlihat. Mereka-mereka yang bahkan mungkin tak pernah singgah walau sebentar di dalam benakmu setiap hari. Janganlah dulu sampai dirindukan, berada sejenak dalam pikiranmu saja tidak. Aku yakin sekali kamu akan kesulitan menyebutkan dengan pasti kapan terakhir kali kamu berfikir tentang sebuah “tembok”.

Tapi toh tetap aku ingin dirindukan saat tiada. Karena sesungguhnya tidak penting dianggap ada, ketika nanti tiada dari keberadaanpun tidak membuatmu merasakan suatu perbedaan.Buat apa susah payah menjadi ada, ketika tidak dirindukan saat tiada.. Mereka-mereka yang demikian adalah justru malah terasa ‘tiada’ dalam keberadaannya,bukan? Dan mereka-mereka yang dirindukan saat tiada adalah mereka-mereka yang sesungguhnya 'ada’ dalam ketiadaannya. Tak perlu tampak, hanya perlu terasa oleh mu.

Tembok itu, sesuatu yang “berada”nya mungkin tak pernah dapat perhatian darimu, tetapi saat dia (tembok) tiada, kamu pasti akan langsung tau. Kehilangan yang ditimbulkan itu selain terasa di dalam, juga muncul dalam wujudnya yang paling fisik. Dampak cuaca akan langsung terasa ke kulitmu. Dinginnya hujan, teriknya mentari siang, semuanya akan langsung bersentuhan dengan mu tanpa dihalang-halangi lagi. Bicara soal menghalang-halangi.. Sungguh aku bukan ingin menjadi tembok dalam konotasi yang buruk bagimu. Bukan dalam maksud menghalangi yang bersifat negatif, seperti menghalang-halangi perkembangan diri atau keinginan dan pencapaian cita-citamu. Aku ingin menghalangi yang bersifat positif. Menghalangi hal-hal buruk datang kepadamu sepanjang perjalanan. Karena aku tau pasti bahwa menghalangi haruslah berarti melindungi, bukan melukai..

Dan kalau satu kali saja, tembok diizinkan untuk punya keinginan, mungkin lewat kelupas cat yang memudar dan mulai lempung dibasahi gerimis. Aku cuma ingin kamu tau bahwa, aku sebenarnya tak pernah pergi.. Tetap disini, mendekap dan menjagamu meskipun dalam diam.


*Tidak selalu menyoal pengagum rahasia, tembok mungkin adalah mereka-mereka yang sesungguhnya rindu untuk berada di dalam pikiranmu. Mereka-mereka yang ber’ada’nya dalam realitas hanyalah sebagai pengabdi atas keberadaanmu. Cameo-cameo tanpa nama yang susah payah menopang berat badanmu di pundaknya, mereka yang merelakan pedar cahaya pada dirinya direnggut gelap dan menjadi bayangan, supaya kamu minimal dapat kelihatan bersinar saat berada diantara mereka.

Mereka-mereka ini, yang tidak tidur semalaman sambil menahan perih gigitan nyamuk supaya kamu dan beberapa yang lain dapat lelap tertidur dalam buaian mimpi indah. Mereka yang terdiam di sudut ruangan, menunggu piring-piring bekas makan selesai digunakan, sementara kamu dan beberapa yang lain tengah asyik menikmati santap malam bersama kolega dekat.

Mungkin juga, seorang bapak tua penjaga pintu gerbang asrama semasa kuliah dulu yang tak pernah absen menyapamu saat pergi dan pulang kampus. Atau buruh cuci-setrika di rumahmu yang datang pagi sekali dan pulang menjelang malam. Mereka yang mengurus sampah rumah tanggamu setiap hari, mengantarmu pergi dan pulang kantor, menyiapkan kopi di meja kerjamu setiap pagi, membersihkan sisa-sisa kotoran di lantai akibat lumpur di tapak sepatumu.. Mereka-mereka yang lain ini.. yang tersembunyi dari meriah perayaan hidupmu. Mereka yang hilang dalam keceriaan hidupmu. Seperti tembok, kompor masak, jam dinding, mesin pompa air atau daun pintu. mereka tak pernah sejenak pun berada dalam pikiranmu di keseharian, tapi sungguh mereka-mereka inilah yang akan kau rindukan dalam ketiadaannya..

18.8.16

For US Olympians, gold medals come with a hefty tax bill

New York - She has flipped, tumbled and leapt her way into the hearts of millions over the course of the Olympic games. But when Simone Biles returns home she will be in for not just a major celebration but also a hefty tax bill.
The 19-year-old has won five Olympic medals - four gold and one bronze. She has cemented her title as the world's best gymnast by taking home the gold in the all-around after three successive world championship titles - a feat only accomplished by three others in history.
But all that winning will cost her. On 21 August, Biles could be slapped with a tax bill close to $43,560 (£33,479)
That estimate is based on the $2m that she has accumulated in endorsement deals and assuming she is charged in the highest income tax bracket in the US - 39.6%.
Biles is not alone, her fellow US medallists will be slapped with tax bills for their victories as well.
American Olympians are subject to a so-called "victory tax" - a tax on both the money they receive from the Olympic committee for winning and on the value of the Olympic medal.


What are they taxed on?

US athletes who win a medal at the Rio games will take home the hardware and a cash bonus from the US Olympic Committee.
Gold medallists will receive $25,000, silver medallists get $15,000, and bronze winners earn $10,000.


Those winnings are taxed as income, the same way Americans are taxed on other prize money, like lottery winnings. Most countries exempt their athletes from these taxes.
But there's more, the medals are also given a value and taxed. The value is based on the value of the materials the medals are made of.
Gold medals - which are mostly made of silver with a gold plating - are worth roughly $600 based on current commodity prices, silver medals are worth close to $300, bronze medals - which consist mostly of copper - have barely any monetary value, approximately $4.


How much is the tax?

Assuming the athlete was already a high-income earner, paying the top bracket of US taxes, they would be paying 39.6% on the combined value of the medal and cash payout.
Americans for Tax Reform calculated the bills to be: for a gold medallist $9,900, for silver $5,940, and for bronze $3,960.
That's also assuming the athlete only won one medal.

For US athletes like Michael Phelps and Simone Biles, who have multiple victories, including multiple gold medals that bill could be much higher.
Some analysts believe Phelps, who's worth an estimated $55m, could face a tax bill of $55,000.
It's worth noting athletes in a lower tax bracket would have to pay less and most athletes can deduct the cost of training from their tax bill.


Efforts to change

For years politicians, athletes and fans have debated whether the tax is reasonable.
Why should an athlete who worked so hard to represent and win for their country be charged for their victory?
"This tax places a hardship on our athletes and unfairly taxes them for representing our country and reaching the pinnacle of their sport," said Jim Leahy, the executive director of the US Olympic luge committee.
In July, a bill to stop taxation on Olympians and Paralympians, sponsored by Republican Senator John Thune and Democratic Senator Chuck Schumer, passed a vote by the Senate.
A similar bill has been proposed in the House of Representatives, but it has not come up for a vote.
"After a successful and hard-fought victory, it's just not right for the US to welcome these athletes home with a tax on that victory," Senator Schumer said.
He noted that most countries subsidise the cost of training for the Olympics and don't charge their athletes for winning.
Most US athletes must pay for their own training and few can sustain a professional living on their athletic winnings alone. The US Olympic committee pays for health insurance and stipends for only a small number of US athletes.
This is not the first attempt at changing the taxation rules around Olympic victories.
In 2012, Florida Senator Marco Rubio introduced a bill to prevent Olympic athletes from being subject to taxes on their winnings at the London games.
"We can all agree that these Olympians who dedicate their lives to athletic excellence should not be punished when they achieve it," said Senator Rubio at the time.
SOURCE: BBC.COM

17.8.16

Ketika Liliyana Marah kepada Tontowi

tantowi langsung selebrasi aja, padahal belum menang.
JAKARTA - Ketika sampai kedudukan match point20-12 di gim kedua, Tontowi Ahmad berjingkrak-jingkrak, sesuatu yang membuat pasangannya, Liliyana Natsir marah.

Dalam siaran langsung SCTV  terlihat Liliyana menggerutu dan meminta Tontowi untuk berkonsentrasi pada permainannya. Untungnya, akhirnya pasangan Indonesia ini merebut gim kedua ini 21-12, melengkapi gim pertama 21-14.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses mencatatkan sejarah baru bulu tangkis Indonesia. Keduanya merebut medali emas di Olimpiade Rio 2016 seusai mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, Malaysia, 21-14, 21-12. Hasil ini sekaligus menjadi kado spesial di hari kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia. 

"Saya dan Owi seperti belum percaya bisa juara. Tetapi, kami sangat bersyukur. Kami berterima kasih buat keluarga, pelatih, dan seluruh masyarakat Indonesia yang mendoakan. Akhirnya kami bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia," kata Liliyana seperti dikutip website badmintonindonesia.

"Ini kado terindah dari Tuhan. Kado ini saya persembahkan untuk Indonesia bertepatan dengan hari kemerdekaan. Kami bersyukur kepada Tuhan. Terima kasih untuk istri, anak, keluarga, pelatih, dan semuanya yang mendukung selama ini," kata Tontowi menimpali.

Tontowi/Liliyana tampil luar biasa di partai puncak Olimpiade Rio 2016 ini. Keduanya terus menyerang sejak awal pertandingan dimulai. Tontowi/Liliyana tak memberikan kesempatan kepada Chan/Goh untuk mengembangkan permainan.

"Kami sudah lega banget mendapat hasil ini. Setelah ini mau istriahat dulu, refreshing karena selama ini bebannya cukup berat menuju Olimpiade," ujar Liliyana.

Tontowi/Liliyana dan Chan/Goh sebelumnya sudah sembilan kali berhadapan. Skor pertemuan mereka 8-1 untuk pasangan Indonesia. Pertemuan terakhir mereka terjadi di babak penyisihan Grup C Olimpiade Rio 2016. Tontowi/Liliyana menang dua gim langsung dengan 21-15 dan 21-11.

Ini merupakan emas pertama untuk sektor ganda campuran. Terakhir, di Olimpiade Beijing 2008, Nova Widianto/Liliyana Natsir meraih medali perak.


SUMBER: KOMPAS.COM

16.8.16

Pidato di Upacara Kemerdekaan, Ahok Selipkan Pujian pada Ketua MPR

siapa pencetus kalimat "oke punya" apa bedanya dengan "saya baru punya hape ini rusak sudah kaka"
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyisipkan pujiannya kepada Ketua MPR RIZulkifli Hasan saat menjadi inspektur upacara kemerdekaan, di Lapangan Eks IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (17/8/2016). Ahok memuji pidato Zulkifli di sidang paripurna MPR tahun 2016, Selasa (16/8/2016) kemarin.

"Ini menarik juga sambil saya menunggu pidato Presiden. Saya berbicara kepada Ketua MPR, saya sampaikan, 'Bapak ini negarawan sejati'," kata Ahok menirukan ucapannya kepada Zulkifli.
Kemudian, Zulkifli menceritakan kepada Ahok pengalamannya berkeliling Indonesia. Selama berkeliling, Zulkifli menjelaskan empat pilar Indonesia kepada masyarakat. Empat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kata beliau (Zulkifli) kepada masyarakat, suku apapun kalian, kalian berhak duduki jabatan ini. Islam, Kristen, Katolik, Hindu atau Budha, beliau katakan apapun agama anda, anda berhak menduduki jabatan. Ini hakekat berbangsa dan bernegara," kata Ahok.
Dalam pidatonya di sidang paripurna, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bercerita mengenai kisah pembuatan teks Proklamasi. Kemudian dia juga membahas mengenai kuatnya keinginan masyarakat untuk menghidupkan kembali haluan negara.
Tujuannya adalah supaya kepentingan menjadi lebih terukur, terencana, terwujud, dan tidak terhenti hanya pada saat pidato atau kampanye saja.
SUMBER: KOMPAS.COM

Mesti ada yang keliru ini, kata pak Jusuf Kalla, hayo apa yang keliru?


Burger rasa rendang?, kayaknya pernah denger ada di daerah Bandung.
TANGERANG — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar memperbaiki proses administrasi kewarganegaraannya. Hal itu perlu dilakukan setelah muncul kabar jika Arcandra diketahui berwarganegaraan Amerika Serikat.

"Bahwa dibutuhkan penyesuaian administrasi iya. Mungkin kemarin terlalu cepat sehingga penyelesaian administrasinya perlu diperbaiki," kata Kalla di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Senin (15/8/2016).
Kalla menekankan bahwa proses pelengkapan administrasi merupakan hal yang penting. Meski begitu, ia meminta agar masyarakat tidak melupakan tujuan utama pemerintah memanggil Arcandra pulang ke Tanah Air.
"Tujuannya ialah bagaimana tenaga anak muda Indonesia yang di luar negeri yang baik dan mempunyai kemampuan bisa kembali ke dalam negeri," ujarnya.
Sejak Sabtu (13/8/2016) pagi, sejumlah pesan berantai melalui WhatsApp beredar di antara pekerja pers. Isinya mempertanyakan integritas Archandra yang dinilai memiliki posisi penting di sektor ESDM, tetapi memiliki kewarganegaraan AS.

Saat dilantik pada Rabu (27/7/2016), Arcandra sudah memegang paspor AS setelah melalui proses naturalisasi pada Maret 2012 dengan mengucapkan sumpah setia kepada AS.
Karena Indonesia belum mengakui dwikewarganegaraan, secara hukum Arcandra dinilai sudah kehilangan status WNI-nya.
Bahkan, disebutkan, sebulan sebelum menjadi warga negara AS, Februari 2012, Arcandra mengurus paspor RI kepada Konsulat Jenderal RI di Houston, AS, dengan masa berlaku lima tahun.
Tercatat, sejak Maret 2012, Arcandra melakukan empat kunjungan ke Indonesia dengan menggunakan paspor AS.
Namun, saat Arcandra dilantik sebagai Menteri ESDM, dia menggunakan paspor RI yang secara hukum sudah tak sah dipakainya.

Terkait hal itu, Arcandra dinilai melanggar UU No 6/2011 tentang Keimigrasian, UU No 12/2006 tentang Kewarganegaraan, serta UU No 39/2008 tentang Kementerian Negara karena dinilai melawan hukum dan membohongi Presiden dan rakyat Indonesia terkait status kewarganegaraannya.
Hingga Sabtu malam, Presiden Joko Widodo belum memberikan penjelasan meski memimpin rapat dengan sejumlah menteri, di antaranya hadir Menteri Sekretaris Negara Pratikno serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly.
Selain itu, meskipun malam harinya diadakan rapat di rumah salah seorang menteri di Kompleks Menteri, penjelasan resmi terkait status Arcandra belum ada.
Pasal 23 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia menyebutkan, warga negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri, tidak menolak, atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain.

Hilangnya status WNI disebutkan juga karena permohonannya sendiri karena yang bersangkutan berusia 18 tahun atau sudah menikah, bertempat tinggal di luar negeri.
Seseorang juga dinyatakan hilang kewarganegaraan RI dan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan karena masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin, sukarela masuk dalam dinas negara asing, serta secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut, atau turut serta dalam pemilihan yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negara asing.
Selain itu, kewarganegaraan hilang jika mempunyai paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain; atau bertempat tinggal di luar wilayah negara RI selama lima tahun terus-menerus bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya tetap menjadi WNI sebelum jangka waktu lima tahun itu berakhir, dan setiap lima tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi WNI kepada perwakilan RI.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso sebelumnya mengaku sudah mendengar isu tersebut. Jajarannya tengah mendalami masalah itu.
"Saya juga dapat informasi seperti itu. Saat ini sedang didalami BIN. Perlu diketahui para menteri tidak dimintakan clearance BIN," kata Sutiyoso saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu (13/8/2016).
Pada Sabtu pagi, Arcandra Tahar tampak di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Saat ditemui wartawan setelah dari dalam Istana, ia mengaku bertemu dengan Presiden.
Saat ditanya apakah pertemuan itu terkait isu kewarganegaraan yang menimpa dirinya beberapa hari terakhir, ia menjawab "Lihat muka saya, apa? Muka orang Padang begini, kok."
SUMBER: KOMPAS.COM

15.8.16

Menteri Tersingkat yang pernah ada di alam Indonesia, 20 hari saja

kikk..kikk.. .. .. ya.... (Pak Presiden Jokowi kalau ngmong kepanjangan jeda alias sangat hati2) :)
JAKARTA - Presiden Joko Widodo baru saja memberhentikan dengan hormat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, Senin (15/8/2016) malam.

Dengan demikian, Arcandra tercatat sebagai orang yang paling singkat menjabat sebagai menteri alias pembantu presiden.
Arcandra menjabat hanya selama 20 hari. Hari pertamanya ditandai saat dia diumumkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Arcandra ditunjuk dan dilantik sebagai Menteri ESDM untuk menggantikan Sudirman Said pada 27 Juli 2016.
Saat itu, Arcandra mengaku kaget. Sebab, selama ini, dia hanya berperan sebagai teman diskusi Presiden Joko Widodo.
(Baca: Hanya Diskusi dengan Jokowi, Arcandra Kaget Ditunjuk Jadi Menteri ESDM)
Namun, sekitar 18 hari kemudian, nama Arcandra ramai diperbincangkan publik karena diketahui memiliki paspor Amerika Serikat. Dengan demikian, polemik pun muncul sebab Indonesia tidak menganut sistem dwi-kewarganegaraan.
Polemik ini pun berujung pencopotan Arcandra sebagai menteri. Arcandra lalu tercatat menjadi pejabat pemerintahan dengan posisi menteri, yang paling singkat menjabat.
Sebelumnya, Mohammad Mahfud MD tercatat sebagai menteri paling singkat menjabat, yaitu 21 hari. Mahfud MD dilantik sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 20 Juli 2001 di akhir masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. 
Mahfud MD kemudian meletakkan jabatannya pada 9 Agustus 2001 di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Ketika itu, posisi Mahfud sebagai Menkumham digantikan olehYusril Ihza Mahendra.
Selain itu, Rizal Ramli juga mencatatkan diri sebagai menteri yang singkat menjabat. Diangkat oleh Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Keuangan pada 12 Juni 2001, Rizal Ramli kemudian meletakkan jabatannya pada 9 Agustus 2001.
Ketika itu, Rizal Ramli menjabat Menkeu pada akhir jabatan Abdurrahman Wahid sebagai presiden.
Rizal Ramli dicopot jabatannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, yang menggantikan Abdurrahman Wahid yang kena impeachment oleh MPR.

Megawati kemudian menunjuk Boediono sebagai Menteri Keuangan yang baru sebagai pengganti Rizal Ramli.
SUMBER: KOMPAS.COM
____________________________________________________________________________________________________________
pinter sih, tapi jangan minterin kita dong pak, siapa yang mau diduain, hiks, nggak sudih. hehe..

14.8.16

Pertemuan 25 Menit dengan Sandiaga yang Pancing Kekesalan Ahok

Injury time biasanya dipakai saat main PS dan udah mau abis jam rentalnya,
bilang ke abang2nya deh, udah injury time bang, nanggung. hehehe..

JAKARTA - Kedatangan bakal calon wakil gubernur DKI dari Partai GerindraSandiaga Uno, ke Balai Kota DKI pada Jumat (12/8/2016), dijadikan kesempatan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk mencurahkan kritiknya.


Kritik tersebut ditujukan kepada beberapa kader Partai Gerindra yang membuat Basuki kesal. Menurut Sandiaga, dalam pertemuan tersebut, Basuki langsung "ngegas" saat berbicara.

Hal itu menjadikan Ahok lebih dominan dalam pembicaraan mereka berdua.
(Baca juga: Karena Hal Ini Ahok "Ngegas" Saat Bicara dengan Sandiaga)
Sandiaga mengatakan, selama 25 menit pertemuan, Ahok berbicara selama 24 menit, sedangkan ia hanya berbicara satu menit.
"Tapi ya itu memang karakter beliau, jadi kita tentunya hormati beliau yang menjabat," kata Sandiaga.
Hari itu, Sandiaga menemui Ahok setelah bertemu dengan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.
Ia mengaku hendak melaporkan mengenai harga kebutuhan di pasar tradisional yang belum juga turun sejak Lebaran.

Pada pertemuan yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta,Sandiaga Uno mengaku sempat mendengarkan keluhan Basuki terkait isu SARA yang menurut dia dimainkan oknum Partai Gerindra.
Kepada Sandiaga, Ahok menyatakan tidak suka akan isu suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) serta primordialisme.
"Pak Gubernur menyampaikan secara definitif kepada Gerindra dan mungkin juga nanti saya sampaikan ke pimpinan partai, kalau Pak Gubernur sangat terusik dengan isu-isu SARA dan primordialisme yang dikedepankan," kata Sandiaga.
Di lain pihak, Ahok mengakui bahwa ia lebih dominan dalam pertemuan dengan Sandiaga. Ahok mengaku mengkritik sikap beberapa kader Partai Gerindra terhadapnya.
"Oh saya cuma kritik, saya katakan, saya bukan pengecut, sampaikan ke partai Anda, Gerindra itu," ujar Ahok.
(Baca juga: Ahok Sebut Sandiaga Menemuinya karena Tidak Enak Temui Sekda)
Ahok mengatakan bahwa ia tidak suka cara Partai Gerindra yang membela warga Pasar Ikan yang ditertibkan beberapa waktu lalu.
Partai Gerindra diketahui memasang tenda-tenda di Pasar Ikan agar warga bisa menetap di puing-puing pembongkaran.
Menurut Ahok, gerakan masyarakat Jakarta Utara yang lahir setelah penertiban itu juga karena orang-orang Partai Gerindra.
"Saya tidak suka cara Anda pasang-pasang tenda di Pasar Ikan, (padahal) saya mau bangun tanggul, terus gerakan masyarakat utara macam-macam itu, di belakang itu ada orang kalian, saya punya data, saya sampaikan (ke Sandiaga), jangan main SARA," ujar Ahok.
Ia mengaku "ngegas" saat berbicara dengan Sandiaga. Ahok seolah enggan berhenti berbicara agar Gerindra tidak lagi memainkan isu SARA untuk menyerangnya.
Ahok pun mengaku bingung ketika Sandiaga menjawab bahwa Ahok tidak perlu takut karena isu SARA dinilai tidak akan laku dimainkan pada Pilkada DKI 2017.
"Bukan soal tidak laku, justru saya bilang, kalau main SARA memang tidak laku, tidak membuat kamu lebih populer, tidak membuat kamu menang, kamu ngapain juga main SARA? Merusak mental bangsa ini," ujar Ahok.

Kritik Ahok ternyata tidak diterima oleh Partai Gerindra. Sebagai perwakilan partainya, Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya pada Sabtu (13/8/2016) siang.
Ia berencana melaporkan Ahok atas tuduhan memfitnah partainya. Namun, pada hari itu, Habiburokhman tidak melaporkan Ahok.
Ia mengaku hanya berkonsultasi dengan kepada pihak Kepolisian terlebih dahulu.
Hal tersebut dilakukan untuk meminta pendapat polisi apakah barang bukti yang ia sertakan sudah memenuhi syarat atau belum.
"Sebagai advokat, ini hal biasa kalau mau lapor kami konsultasi dulu. Kami dapat gambaran yang jelas dululah ini memenuhi unsur atau tidak, tapi menurut kami memenuhi unsur," ujar Habiburokhman.
Habiburokhman pun mengatakan bahwa ia akan membawa tim Sandiaga Uno yang saat itu ikut dalam pertemuan dengan Ahok untuk menguatkan barang bukti dalam laporannya.
Sebab, saat pertama kali mendatangi Polda Metro Jaya, Habiburokhman hanya menyertakan screenshot berita salah satu media online yang memuat ucapan Ahok yang menurut Habiburokhman telah memfitnah Gerindra.
"Senin besok kami akan balik lagi dengan membawa saksi-saksi dari tim Sandiaga Uno," ucap dia.
(Baca juga: Habiburokhman Sebut Laporkan Ahok ke Polisi Tidak Terkait Pilkada DKI)
Habiburokhman menilai, ucapan Ahok yang merasa jadi korban isu SARA tersebut merupakan langkah politik agar di mata masyarakat Ahok tampak seperti orang yang terzalimi.
Ia berpendapat, hal itu dilakukan Ahok agar mendapat simpati publik dan menutupi kekurangannya.
"Kami khawatir pernyataan Ahok soal isu SARA justru dilakukan sebagai bentuk diving politik murahan agar terkesan menjadi korban rasisme," ucapnya.
Habiburokhman juga menyebut langkah Ahok memfitnah orang demi kepentingan politik tersebut lebih kejam dari rasisme.
SUMBER:KOMPAS.COM

Resmi Dicoret dari Skuad Persib, Belencoso Pulang Kampung

Alasan klasik mutusin pacar jaman masih sekolah.. hahaaa.. xD

BANDUNG - Teka-teki masa depan striker impor Persib Bandung, Juan Carlos Rodriguez Belencoso, akhirnya terjawab. Melalui situs resmi klub, manajemen Persib mengumumkan pemutusan kontrak kerja bersama Belencoso.
"Manajemen PT. Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) dengan ini mengumumkan bahwa kerja sama dengan Juan Carlos Belencoso telah berakhir. Striker asal Spanyol tersebut resmi dilepas Persib," demikian pernyataan resmi Persib di situs resminya, Sabtu (13/8/2016) malam.
Dalam pengumuman itu, manajemen beralasan pemutusan kontrak kerja tersebut dilakukan untuk menyelamatkan karier Belencoso di dunia sepak bola.
"Kedua pihak sama-sama sepakat bahwa ini adalah jalan terbaik demi kebaikan bersama, baik Persib secara klub, dan Belencoso secara karier profesionalnya," tulis pernyataan resmi Persib itu. 
Jajaran manajemen pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Belencoso yang turut andil mengantarkan Persib menuju final turnamen Piala Bhayangkara 2016.
Usai didepak Persib, mantan pemain Kitchee SC itu berencana pulang ke kampung halamannya di Spanyol.
"Selamat jalan kami ucapkan kepada Belencoso yang akan pulang kembali ke Spanyol pada Senin (14/08/2016) dini hari nanti. Semoga kita sama-sama menuai kesuksesan di hari depan," tulis situs resmi klub.
Petualangan Belencoso harus berakhir pada pekan ke-15 TSC 2016. Belencoso didatangkan ketika Persib masih diarsiteki Dejan Antonic. Striker berusia 34 tahun itu pun mesti terdepak dari skuat utama lantaran tak masuk dalam proyek Persib Bandung bersama Djadjang Nurdjaman. 
SUMBER: KOMPAS.COM