6.6.15

Disparitas

Literasi Koran Tempo Makassar, 4 juni 2015

Sama berdiri namun saling iri,
Sama memandang tersenyum, menyimpan pedang menyeringai
dibalik harum parfum.
 Mereka tak inginkan cerita cinta lelaki yang dicintai bidadari,
 mereka tak inginkan kita.

kau bertanya "mengapa kita harus bersama padahal
kita sudah tahu ini takkan lama?"
"Pantas tak pantas dunia adalah panggung Disparitas,
ada waktu kita harus mengerti tentang rasa bersalah dan berdosa", jawabku

Suara yang mendesak ke arah kita, menanti kita untuk berpisah.
 Langit gelap runtuh terbuka memberi jalan kita, untuk 
setiap resahku akan kutitipkan bersama setiap mesranya sore dan garis tua penghubung air mata dan tumpukan tulisan ini.
-ed-