31.5.14

Ledakan Buku Anak

an illustration for front page newspaper "TEMPO"
the title sounds like childern books explosion,
in 2013 the selling of childern books nearly reached 11
million copies, most childern in Indonesia prefer to read
 fiction books than their spiritual books.
click here  to see the front page newspaper design.

26.5.14

*Penjara Murah


Adalah Jeremy Bentham, seorang
filsuf Inggris abad ke-
16, penabur benih tumbuhnya
istilah Panopticon. Nama Bentham
akan sering ditemui bersandingan
dengan J.S.Mill, Priestly, dan
Locke, sebagai penganut paham
utilitarianisme—pandangan tentang
tindakan benar-salah yang
didasarkan pada konsekuensi
atas kebahagiaan manusia.
Pemikiran Bentham dikenal
lewat tulisan-tulisannya yang
kemudian laris dalam bentuk
buku, yang diberinya judul An
Introduction to the Principles of
Morals and Legislation. Buku tersebut
banyak mengkaji nilai moral
dan keadilan. Setidaknya, begitulah
yang ditulis oleh James Garvey
dalam bukunya, The Twenty
Greatest Philosophy Books.
Tidak banyak yang tahu perihal
buah karya Bentham di luar
tulisan-tulisannya. Bahwa selain
mengkaji dan menulis filsafat dan
teori hukumnya, Bentham pun
mendesain rumah-rumah serbaguna,
sistem-sistem pemanas dan
unit-unit pendingin, alat bukti
catatan bank palsu, dan merancang
penjara Panoptic.
Panoptic merupakan sebuah
penjara yang dirancang Bentham
dengan konsep menjaga penghuni
tahanan di bawah pengawasan
terus-menerus dengan hanya sedikit
penjaga. Ide ini datang dalam
rangka membantu pemerintah
yang berkuasa untuk merancang
model penjara yang murah.
Panoptic menekan biaya pengawasan
dengan berbekal beberapa
pengawas yang dapat memantau
banyak tahanan dari luar penjara.
Para tahanan tahu bahwa kegiatan
mereka sedang diawasi, namun
mereka tidak tahu di mana para
pengawas itu berada. Hal ini
membuat tindakan mereka terbatasi,
sebab merasa senantiasa
diawasi.
Model penjara ini kemudian
mengilhami Foucault untuk
mengembangkan gagasannya
mengenai konsep kekuasaan dan
pengetahuan dengan cara produksi
wacana. Foucault mengistilahkan
kondisi masyarakat yang
dipantau oleh mata-mata penguasa
dengan fenomena Panopticon.
Fenomena ini berkembang, tidak
lagi sekadar untuk skala masyarakat,
tapi juga untuk individu.
Fenomena Panopticon pernah
digambarkan oleh Nurhady
Sirimorok dalam bukunya yang
mengkritik Andrea Hirata saat
memuja Negeri Eiffel dalam novel
tersohornya, Laskar Pelangi. Bagi
Nurhady, Andrea alpa menggambarkan
bagaimana orang-orang di
sekitar Eiffel merasa diawasi dan,
anehnya, mereka tidak tahu di
mana para pengawas itu berada.
Barangkali tidak perlu jauhjauh.
Kita mungkin secara tidak
sadar telah membentuk penjara
Panoptic dalam media sosial bernama
Facebook. Ketika seorang
pengguna akun media sosial ini
membagikan informasi mengenai
kegiatan-kegiatannya—yang
mungkin saja tidak bermanfaat
bagi orang lain, foto-fotonya saat
makan di restoran mahal, atau
bahkan keluh-kesahnya tentang
kehidupan pribadinya, informasi
tersebut menyebar. Semua itu
dibaca oleh banyak orang yang
bahkan tidak dikenalnya, di
tempat yang mungkin juga tidak
dijangkaunya, dan dapat dibaca
sepanjang informasi tersebut
belum dihapus.
Bedanya, dalam penjara rancangan
Bentham, para tahanan
takut beraktivitas karena senantiasa
merasa diawasi. Adapun
akun media sosial rancangan Mark
Elliot Zuckerberg ini menjadikan
penggunanya secara sukarela
menginformasikan tetek-bengek
kehidupannya kepada dunia, bahkan
untuk hal-hal yang sifatnya
privasi sekalipun.
Media sosial memang sungguhsungguh
menggoda untuk berbagi
aktivitas kita. Bahkan, kita tidak
sungkan membagikan perasaanperasaan
saat merasa jengkel
atau suka kepada seseorang, baik
secara tersurat maupun lewat
simbol-simbol.
Kata banyak orang bijak, tulisan
akan mengabadi dan menjadi
prasasti jauh, jauh di kemudian
hari. Karena itu, jika kalimat-
kalimat yang kita bagikan
itu baik nan manfaat, ia akan
mengabadi sebagai amal jariyah.
Sebaliknya, tulisan buruk pun,
yang terpampang di beranda
maya, akan mengabadi sebagai
dosa jariyah. Status-status yang
kita bagikan, apakah memang
perlu untuk dituliskan? Ataukah
semata untuk berbagi cerita saja
dengan teman-teman yang mungkin
tidak perlu membacanya?
Ini mengingatkan saya akan
sikap megalomania pada diri
seorang penulis yang cenderung
merasa bahwa pikiran-pikiran
dan kisah-kisahnya jua yang
paling menarik. Dan karena
setiap orang (bisa menjadi) penulis—
entah untuk dirinya sendiri
atau untuk orang lain—maka hal
ini yang menyebabkan banyak
orang dengan senang hati menulis
status-status tentang suasana
hati, pencapaian-pencapaian “ini
loh aku”, hingga hal remeh-temeh
di media sosial.
Ketika akses terhadap informasi
tentang diri kita terumbar dan
tidak lagi berbatas, ini berarti
dengan sendirinya kita dengan
tangan terbuka menyambut
orang-orang yang menjadi teman
di media sosial sebagai opticon
(pengamat) bagi diri kita. Betapa
mud(r)ahnya informasi itu terbaca
di hadapan orang lain. Cukup
memasukkan diri dalam jaringan,
lalu status dibagi.
Saya akhirnya harus menegur
diri sendiri untuk tidak risih dan
marah, saat orang lain—yang
dalam bahasa anak sekarang—
mengkepoi kehidupan pribadi saya.
Sebab, di masa lalu saya memang
banyak mengumbar informasiinformasi
yang sepertinya tidak
layak menjadi konsumsi publik.
Mungkin, Bentham tidak akan
pernah menyangka bahwa konsep
penjara murah yang dirancangnya
tidak hanya berguna
bagi penguasa pada zamannya.
Panoptic yang dirancangnya telah
berhasil melampaui zamannya
hingga zaman di mana aktivitasaktivitas
dan perasaan-perasaan
privasi kita tersebar dalam dunia
sosial. Saat ini, kita dengan sukarela
menjadi tahanan yang diamati
banyak orang, yang bahkan
tidak kita kenal sekalipun. 

penulis:ANDI SRI WAHYUNI HANDAYANI
Koran Tempo Makassar 24/5/2014

23.5.14

Logo design for church events

They asked me to design a logo that based from
bible verse, there are 3 and a Cross in the logo
the 3 is refers to the bible verse and the Cross
refers to Lord Jesus.
hope you like it guys.
cheers.. :)

Manual or Die

i draw this manually with pen and
brush with chinese ink,that's
why "the title" sounds like that,
bcause i'm not at home at that time
but i can't hold my hand to
 draw something, so i give it pen,
 brush ink and paper,
 and here it is.
hope you like it guys. cheers.. :) 
click here to see the proces