23.7.14

Stupid War #3

3
what's wrong with the shoe?
what will he do??
to be continue..

stay tune..
follow for next episode :)

24.6.14

15.6.14

Bowo Simalakama

Prabowo Subianto (born 17 October 1951) is an 
Indonesian businessman, politician and former
 
Lieutenant General in the Indonesian National
Armed Forces. He is a commander of hundreds
of man trained by kopassus,

Troops under Prabowo's command
kidnapped and tortured at least
nine democracy activists in the months
 before the 
May 1998 Riots. 

In one testimony, a former detainee
 told of being tortured for days in
 an unidentified location, allegedly a military camp 

where most of their time was spent blindfolded, 
while being forced to answer repeated questions,
 mainly concerning their political activities.
 Abuse included being punched,
terrorized physically and mentally,
and given electric shocks.

Following the TNI investigation,
Prabowo acknowledged responsibility
for the kidnapping of the activists.

He was discharged 

from military service in August.
In the 
Indonesian presidential
election, 2009 he ran for the vice-presidency
as part of 
Megawati Sukarnoputri's campaign
for president.
 In November 2011,
Prabowo announced his intention to run
 for president in the next 
Indonesian
 presidential election, 2014.



simalakama means "you killed by your own weapon"


31.5.14

Ledakan Buku Anak

an illustration for front page newspaper "TEMPO"
the title sounds like childern books explosion,
in 2013 the selling of childern books nearly reached 11
million copies, most childern in Indonesia prefer to read
 fiction books than their spiritual books.
click here  to see the front page newspaper design.

30.5.14

26.5.14

*Penjara Murah


Adalah Jeremy Bentham, seorang
filsuf Inggris abad ke-
16, penabur benih tumbuhnya
istilah Panopticon. Nama Bentham
akan sering ditemui bersandingan
dengan J.S.Mill, Priestly, dan
Locke, sebagai penganut paham
utilitarianisme—pandangan tentang
tindakan benar-salah yang
didasarkan pada konsekuensi
atas kebahagiaan manusia.
Pemikiran Bentham dikenal
lewat tulisan-tulisannya yang
kemudian laris dalam bentuk
buku, yang diberinya judul An
Introduction to the Principles of
Morals and Legislation. Buku tersebut
banyak mengkaji nilai moral
dan keadilan. Setidaknya, begitulah
yang ditulis oleh James Garvey
dalam bukunya, The Twenty
Greatest Philosophy Books.
Tidak banyak yang tahu perihal
buah karya Bentham di luar
tulisan-tulisannya. Bahwa selain
mengkaji dan menulis filsafat dan
teori hukumnya, Bentham pun
mendesain rumah-rumah serbaguna,
sistem-sistem pemanas dan
unit-unit pendingin, alat bukti
catatan bank palsu, dan merancang
penjara Panoptic.
Panoptic merupakan sebuah
penjara yang dirancang Bentham
dengan konsep menjaga penghuni
tahanan di bawah pengawasan
terus-menerus dengan hanya sedikit
penjaga. Ide ini datang dalam
rangka membantu pemerintah
yang berkuasa untuk merancang
model penjara yang murah.
Panoptic menekan biaya pengawasan
dengan berbekal beberapa
pengawas yang dapat memantau
banyak tahanan dari luar penjara.
Para tahanan tahu bahwa kegiatan
mereka sedang diawasi, namun
mereka tidak tahu di mana para
pengawas itu berada. Hal ini
membuat tindakan mereka terbatasi,
sebab merasa senantiasa
diawasi.
Model penjara ini kemudian
mengilhami Foucault untuk
mengembangkan gagasannya
mengenai konsep kekuasaan dan
pengetahuan dengan cara produksi
wacana. Foucault mengistilahkan
kondisi masyarakat yang
dipantau oleh mata-mata penguasa
dengan fenomena Panopticon.
Fenomena ini berkembang, tidak
lagi sekadar untuk skala masyarakat,
tapi juga untuk individu.
Fenomena Panopticon pernah
digambarkan oleh Nurhady
Sirimorok dalam bukunya yang
mengkritik Andrea Hirata saat
memuja Negeri Eiffel dalam novel
tersohornya, Laskar Pelangi. Bagi
Nurhady, Andrea alpa menggambarkan
bagaimana orang-orang di
sekitar Eiffel merasa diawasi dan,
anehnya, mereka tidak tahu di
mana para pengawas itu berada.
Barangkali tidak perlu jauhjauh.
Kita mungkin secara tidak
sadar telah membentuk penjara
Panoptic dalam media sosial bernama
Facebook. Ketika seorang
pengguna akun media sosial ini
membagikan informasi mengenai
kegiatan-kegiatannya—yang
mungkin saja tidak bermanfaat
bagi orang lain, foto-fotonya saat
makan di restoran mahal, atau
bahkan keluh-kesahnya tentang
kehidupan pribadinya, informasi
tersebut menyebar. Semua itu
dibaca oleh banyak orang yang
bahkan tidak dikenalnya, di
tempat yang mungkin juga tidak
dijangkaunya, dan dapat dibaca
sepanjang informasi tersebut
belum dihapus.
Bedanya, dalam penjara rancangan
Bentham, para tahanan
takut beraktivitas karena senantiasa
merasa diawasi. Adapun
akun media sosial rancangan Mark
Elliot Zuckerberg ini menjadikan
penggunanya secara sukarela
menginformasikan tetek-bengek
kehidupannya kepada dunia, bahkan
untuk hal-hal yang sifatnya
privasi sekalipun.
Media sosial memang sungguhsungguh
menggoda untuk berbagi
aktivitas kita. Bahkan, kita tidak
sungkan membagikan perasaanperasaan
saat merasa jengkel
atau suka kepada seseorang, baik
secara tersurat maupun lewat
simbol-simbol.
Kata banyak orang bijak, tulisan
akan mengabadi dan menjadi
prasasti jauh, jauh di kemudian
hari. Karena itu, jika kalimat-
kalimat yang kita bagikan
itu baik nan manfaat, ia akan
mengabadi sebagai amal jariyah.
Sebaliknya, tulisan buruk pun,
yang terpampang di beranda
maya, akan mengabadi sebagai
dosa jariyah. Status-status yang
kita bagikan, apakah memang
perlu untuk dituliskan? Ataukah
semata untuk berbagi cerita saja
dengan teman-teman yang mungkin
tidak perlu membacanya?
Ini mengingatkan saya akan
sikap megalomania pada diri
seorang penulis yang cenderung
merasa bahwa pikiran-pikiran
dan kisah-kisahnya jua yang
paling menarik. Dan karena
setiap orang (bisa menjadi) penulis—
entah untuk dirinya sendiri
atau untuk orang lain—maka hal
ini yang menyebabkan banyak
orang dengan senang hati menulis
status-status tentang suasana
hati, pencapaian-pencapaian “ini
loh aku”, hingga hal remeh-temeh
di media sosial.
Ketika akses terhadap informasi
tentang diri kita terumbar dan
tidak lagi berbatas, ini berarti
dengan sendirinya kita dengan
tangan terbuka menyambut
orang-orang yang menjadi teman
di media sosial sebagai opticon
(pengamat) bagi diri kita. Betapa
mud(r)ahnya informasi itu terbaca
di hadapan orang lain. Cukup
memasukkan diri dalam jaringan,
lalu status dibagi.
Saya akhirnya harus menegur
diri sendiri untuk tidak risih dan
marah, saat orang lain—yang
dalam bahasa anak sekarang—
mengkepoi kehidupan pribadi saya.
Sebab, di masa lalu saya memang
banyak mengumbar informasiinformasi
yang sepertinya tidak
layak menjadi konsumsi publik.
Mungkin, Bentham tidak akan
pernah menyangka bahwa konsep
penjara murah yang dirancangnya
tidak hanya berguna
bagi penguasa pada zamannya.
Panoptic yang dirancangnya telah
berhasil melampaui zamannya
hingga zaman di mana aktivitasaktivitas
dan perasaan-perasaan
privasi kita tersebar dalam dunia
sosial. Saat ini, kita dengan sukarela
menjadi tahanan yang diamati
banyak orang, yang bahkan
tidak kita kenal sekalipun. 

penulis:ANDI SRI WAHYUNI HANDAYANI
Koran Tempo Makassar 24/5/2014

23.5.14

Logo design for church events

They asked me to design a logo that based from
bible verse, there are 3 and a Cross in the logo
the 3 is refers to the bible verse and the Cross
refers to Lord Jesus.
hope you like it guys.
cheers.. :)

Manual or Die

i draw this manually with pen and
brush with chinese ink,that's
why "the title" sounds like that,
bcause i'm not at home at that time
but i can't hold my hand to
 draw something, so i give it pen,
 brush ink and paper,
 and here it is.
hope you like it guys. cheers.. :) 
click here to see the proces

25.4.14

Face Cartooning "Jokowi"

Cartoon version of Joko Widodo or  Jokowi
"The man of the year"
i purposely draw him like a puppet, why?
click this link to answer that why.

23.4.14

Jokowi as Puppet President "Presiden Boneka"

Actually i want to give the title like,
Illustration of my frightened.
but i think im not frighten too much.
:))
He is Joko Widodo or known as
Jokowi, he was elected for
Governor of Jakarta in

22.4.14

Face Cartooning

this is how i cartooning human look.
she is Megawati Soekarnoputri, fifth president of
indonesia and the only one female president,
her father is Soekarno who was

17.4.14

fun with grid and proportion

grid line help you to keep your drawing object looks
proportion. you can pull your grid line at the top and left
in your photoshop but if it wont appear, press ctrl+r
to show you the ruler than pull it again.

16.4.14

Natalia Poklonskaya Cartoon Version

i had wanted to give text in a ballon text reads like
"it's not prostitute cute, it's just prosecute,
but i think it will annoy, so i just give you this.
and if you want to see how i draw this step by step
click here,
but if you want to see Natalia Poklonskaya in
real digital painting version, click here
thank you

step by step cartooning natalia poklonskaya

4.4.14

Natalia Poklonskaya

Jaksa agung Crimea, Ukraina ini sudah lama menarik perhatian banyak khalayak lantaran parasnya yang sangat mempesona, berusia 33 tahun padahal sebelumnya saya mengira...

26.3.14

Soeharto in cartoon

Versi kartun presiden kedua Indonesia
Cartoon version of Soeharto
Gambar diatas adalah tahapan dasar membuat bentuk kartun, 
gambar pertama adalah stick figure atau stickman yang adalah pola dasar untuk...

19.3.14

PUPUS

Hari itu aku melihat diriku.
dari cermin sipit mengintip samar diriku tersenyum menikmati genggamannya.
Gelak tawa, dihujani daun dan belaian angin, di bangku teras berubin, seakan tak ada yang tak setuju dengan kami.

Seorang perempuan sumatera temukan kebahagiaanku.

2555 hari terlewatkan.

6.3.14

Jojon


Djuhri Masdjan alias Jojon
one of Indonesia's legendary comedian who passed away yesterday
i painted this for him..
good bye legend..

Soeharto

Presiden kedua Indonesia
Second President of Indonesia
(8 June 1921 – 27 January 2008)

21.2.14

*senja dimata yang buta


Agus Noor

BILA ada yang menceritakan padamu senja terindah yang pernah dilihatnya, dengan langit yang selalu kemerahan, dia pasti belum datang ke tempat kami. Senja terindah hanya ada di sini. Senja yang kuning keemasan, seolah madu lembut dan bening yang ditumpahkan ke langit hingga segala yang mengapung di permukaan air menjadi tampak kuning berkilauan. Senja yang tak hanya bening, tapi begitu hening. Selembar daun yang jatuh tak akan mengusik keheningannya. Angin sejuk selalu membiarkan daun-daun kelapa setenang bayang-bayang.
Waname mengatakan pada saya, bahkan Tuhan pun selalu memilih tempat ini saat ingin menenangkan diri. Sejak kanak-kanak kami suka duduk berdua menikmati senja. “Keindahan tak pernah abadi,” kata Waname. “Ketidakabadiannya itulah yang membuatnya begitu berharga. Tataplah senja itu, Tikami. Rekam baik-baik, dan simpan dalam matamu.” Waname suka sekali berenang. Suara kecipak airnya terdengar begitu jernih hingga ke kejauhan teluk. Suatu hari Waname bersampan, dan tak pernah kembali. Padahal seminggu lagi ia akan melamarku dengan 50 ekor babi.
Di gereja, penduduk Otikara mendoakan arwahnya sembari berbisik-bisik tentang orang-orang yang menculik Waname. Pastilah mereka pasukan terlatih, yang menganggap Waname harus dilenyapkan karena selalu menghasut penduduk. Segalanya memang berubah sejak pabrik tambang berdiri tak jauh dari teluk. Keindahan memang tak pernah abadi. Bila suatu hari kau datang ke tempat kami, kau tak akan melihat senja yang kuning berkilauan itu lagi.
Tapi jangan kecewa. Bila beruntung, kau masih bisa melihat senja kuning berkilauan itu di mata seorang gadis buta yang setiap senja berdiri di tepi teluk. Namanya Tikami. Ia terus menyimpan senja itu dalam matanya. Ia satu-satunya yang melihat ketika Waname dihabisi. Pasukan terlatih itu telah merusak matanya.

Epicentrum, 2 Februari 2014

Koran TEMPO 23/2/2014