19.4.10

Tahap Pengembangan Alternative Logo

Dibawah ini adalah pengembangan alternative logo yang terpilih, yang menjadi minimal 5 alternative dari 1 pengembangan alternative logo yang telah dipilih :

18.4.10

Pembuatan logo untuk tempat wisata KOTA TUA




Proses asistensi logo dan referensi

Dibawah ini adalah beberapa referensi tentang logo yang saya anggap dapat membantu saya membuat alternative dari logo KOTA TUA :

Dibawah ini adalah alternative logo yang telah saya buat:



Setelah beberapa kali melalui proses asistensi beberapa logo menjadi alternative logo, atau menjadi yang terpilih untuk dikembangkan kembali :




12.3.10

KOTA TUA


KOTA TUA
Berikut adalah penjelasan hasil pengamatan yang saya lakukan pada daerah Kota Tua
SARANA
UMUM :
Tempat Parkir
1. perhatikan adalah dimana saya akan memarkirkan kendaraan yang saya kendarai, sebenarnya saya menginginkan kendaraan yang saya
kendarai diparkirkan ditempat biasa saya memarkirkan kendaraan saya ketika saya berwisata kedaerah ini (didalam daerah kota tua), agar lebih aman, tetapi saya tidak dapat masuk dan menemukan bagamana cara masuk kedalam wilayah kota tua tersebut, semua jalan untuk
masuk kedalam telah tertutup dan akhirnya saya memarkirkan kendaraan
saya diparkiran pinggir jalan yang telah banyak juga kendaraan sedang parkir, akan tetapi pada saat saya masuk kedalam saya menemukan banyak kendaraan parkir disana, akan tetapi pada saat saya kebelakang untuk mencari jalan masuk ketempat parkir itu, ternyata jalan untuk masuk telah ditutup oleh rantai.1. Pertama kali saya memasuki wilayah kota tua yang pertama kali say
2. untuk tempat parkir motor juga belum beraturan karenamasih banyak motor yang diparkiran dipinggir-pinggir tembok bangunan tanpa ada orang yang mengawasi.
3. Tidak ada sign yang pasti untuk menjelaskan dimana kendaraan pengunjung harus diparkir /
tidak ada satu tempat yang pasti yang dapat digunakan sebagai tempat parkir.
4. Tarif yang diberikan untuk tempat parkir cukup mahal untuk temapat parkir pinggir jalan yang dapat terjadi berbagai macam hal yang tidak diinginkan oleh pengunjung terhadap kendaraannya, karena pengawasa
n yang diberikan oleh tukang parkir juga tidak bagus, pengawasannya minim.

WC / Toilet


Keberadaan WC atau Toilet umum di daerah Kota Tua masih sangat tidak baik, dikarenakan penempatan, pelayanan, kenyamanan masih sangat minim,
padahal kebutuhan pengunung akan toilet pasti akan sangat tinggi persentasenya, karena selain
digunakan untuk buang air, ditempat wisata ini toilet dibutuhkan sebagai tempat untuk
menganti baju bagi para foto model ataupun foto pra wedding.
berikut adalah contoh kekurangan yang dapat disebutkan untuk toilet umum yang berada didaerah kota tua :
a. Toilet berada digedung tempat bermain billyard.
b. Sign untuk toilet tidak ada sama sekali.
sehingga pengunjung harus mengelilingi
kota tua ini terlebih dahulu
(tidak mudah dicari / tidak terdeteksi).
c. Papan informasi toilet dibuat dengan pilox.
d. Toilet kotor, sempit, bau, jorok, privasi.
tidak terjaga dengan baik, dll.
Telepon Umum

Telepon umum yang berada di daerah kota tua sudah cukup baik, bersih, dan berfungsi dengan baik akan tetapi hal buruknya adalah penempatannya yang tidak didesain dengan baik (tidak menghadap sejajar antara satu telepon u
mum dengan yang lainnya), telpon umum di daerah kota tua ini juga tidak berada di satu tempat yang memang dikhususkan untuk telepon umum, sehingga terlihat berantakan, karena apabila telepon umum ditempatkan disatu tempat dan diberikan directional sign atau sign penunjuk,
maka sarana umum untuk telepon umum akan terlihat baik dan mudah untuk dijangkau serta hal kedua yang perlu diperhatikan adalah coin
sebagai alat bantu untuk menggunakan telepon umum ini, oleh karena itu keberadaannya harus dekat dengan tempat jualan atau bank.
Hotspot Area

Kota Tua saat ini telah dilengkapi dengan hotspot area, letak papan infor
masi yang saya temukan terletak disebelah kanan museum fatahilah dan di halaman kota tua didekat museum keramik, akan tetapi ketika saya mencari tahu apakah berfungsi atau tidak, ternyata tidak terdeteksi, saya tidak paham apakah hotspot area itu berada didalam museum sehingga apa
bila kita ingin menggunakannya harus masuk kedalam museum terlebih dahulu atau tidak, dan menurut saya kenyamanan pengguna hotspot area juga harus diperhatikan apabila hotspot area tersebut tesedia diluar daerah museum kota tua maksudnya diberikan bangku atau kursi beratap seperti halnya kursi taman atau halte.
Kantin

Kantin yang berada di kawasan Kota Tua sudah sedikit tersusun rapi, karena para pedagang telah mendiami satu tempat sehingga volume atau jumlah orang yang berlalu-lalang di daerah Kota Tua berkurang juga antara para pengunjung dan para pedagang terlihat tertib. Selain itu hal baik dari adanya kantin tersebut para pengunjung dapat menemukan beraneka ragam variasi makanan atau jajanan dengan mudah. Namun hal yang sangat disayangkan adalah masih terdapat para pedagang yang berkeliaran di halaman Kota Tua yang menyebabkan adanya sampah berserakan serta kurangnya kekebersihan yang tercipta disetiap pedagang tersebut, karena keadaan tempat makan atau kantin tersebut bukanlah tempat permanen yang disediakan untuk kantin melainkan tempat tersebut dibuat dengan cara dadakan aki
batnya sarana dan fasilitas yang disediakan oleh para pedagang, seperti: kursi, meja makan, tempat sampah kurang memadai dan layak.
Penyewaan Sepeda Onthel

Di daerah Kota Tua tepatnya di sepanjang halaman gedung billiard sampai gedung kantor pos telah tersedia sepeda onthel sebagai sarana umum yang biasa digunakan sebagai fasilitas atau alat untuk berkeliling di daerah Kota Tua hal lain yang saya lihat sepeda tersebut dapat pula digunakan sebagai property un
tuk foto pre wedding, akan tetapi kekurangan yang saya temukan adalah sign untuk menjelaskan bahwa sepeda itu disewakan terbuat dari kertas yang diprint biasa kemudian ditempel diatas papan dengan kayu balok sebagai penyagganya sehingga memang benar-benar terlihat tidak menarik dan merupakan fasilitas dadakan yang disuguhkan kepada pengunjung, sign (papan informasi) tempat penyewaan sepeda onthel tersebut juga berukuran kecil sekitar 40cm x 50cm dan diletekan hanya didaerah sepeda tersebut diparkirkan dengan jumlah yang tidak banyak, sehingga tidak dapat terlihat dari kejauhan dan orang yang melihat juga dapat berfikir bahwa sepeda tersebut bukan untuk disewakan melainkan hanya didisplay, karena sepeda tersebut sangat bervariasi dan diparkir secara horizontal sehingga mirip dengan sebuah komunitas penggemar sepeda onthel.
SIGN SYSTEM
Environmental Symbol dan Board Information
Environmental symbol dan board information yang tersedia dikota tua sudah cukup dapat menjelaskan, akan tetapi kekurangan yang saya dapatkan adalah ketidakseragaman warna dan bentuk contohnya masih bayak papan-papan informasi yang bentuknya masih berbentuk kertas yang diprint biasa, masalah lainnya terdapat pada dibeberapa sign yang masih tidak dipatuhi dan kurang perawatan (penuh coretan) dan masih kurang diperhatikan tata letaknya, contohnya seperti papan informasi berwarna putih yang terletak didepan halaman kota tua sebelah timur, papan ini dicoret–coret dan bertuliskan jagalah kebersihan tetapi disampingnya terdapat sampah karungan.